instagram

Tidak ada alasan

Saat pulang kantor sore itu hujan turun tidak terlalu deras di Jakarta Selatan. Langit bagian barat tidak tertutup awan, malah seakan ingin pamer, dia menunjukan indahnya matahari senja merah kekuningan yang tampak cantik bersanding dengan pelangi sore itu.

Namun justru keadaanku berbanding terbalik dengan semua itu. Kehabisan energi karena bekerja berjam-jam di depan komputer, aku basah, dan kedinginan karena sudah berada di perjalanan menggunakan ojek motor bukan ojek payung untuk mengejar tepat waktu bertemu dengan seseorang yang tidak ingin aku buat menunggu karena aku ingin mengajaknya menunggu.

Pak Asep duel di jalan, aku memperhatikan arah gps untuk menuntun kami, sampai tempat yang benar. Bapak Asep asli Purwakarta, umurnya skrg sudah 42 tahun, tinggal di Jakarta sudah 12 Tahun, terpaksa hijrah karena tuntutan kebutuhan.

Dari buruh kasar bangunan, berjualan kupon judi, berjualan minuman keras, debt collector, supir pribadi, wanita simpanan, mereka yang ada di Jakarta hampir mempunyai alasan yang sama karena tuntutan kebutuhan.

Setelah sampai di tempat tujuan di Antar Pak Asep, yang sempat salah jalan, aku langsung berlalri masuk kedalam sebuah restoran, lalu…