instagram

Terima kasih telah mengingatkan, sama-sama

Karena ada salah satu stasiun televisi swasta yang berkunjung ke kantor, untuk meliput dan mewawancara mengenai prihal Industri Game, kami terpaksa menurunkan porsi kerjaan, jadi hanya menyeting beberapa project, dan diisi dengan beberapa rapat mengenai salah satu produk yaitu www.angkotgame.com. Menyenangkan memang dan tak bisa dipungkiri itu menyenangkan. Namun entah memang kondisi badan ini kurang fit atau memang kegiatan tempat kerja lebih melelahkan dari biasanya, terpaksa saya harus pulang ke rumah lebih cepat, engga lebih cepat juga sih ya kalo lebih cepat dari hari sebelumnya iya.

Hari Minggu saya gagal cukur, Senin saya pulang larut, Selasa pulang cepat, oke cukur dulu, dimana? tempat cukur yang bagus, sederhana, ekonomis, intinya potong rambut sudah itu saja, kenapa harus yang mewah? kenapa harus mahal? Rp7000,- sudah termasuk pijatan sederhana dibagian bahu yang lumayan. Dukung ekonomi mikro, hasil cukurannya? sama saja, yah lebih nyaman.

Saya memang hidup dan dididik oleh Era Kapital atau Neo Liberal, tapi tak selamanya saya harus hidup terikat oleh hal-hal memuakan itu kan? sosialis, sederhana, dan bersifat mendukung masyarakat kelas bawah kan tidak salah. Sesuatu yang mengkilap itu akan terlihat bagus dietalase, namun dari segi harga produksi dan harga jual pasar saya sedikit kurang setuju, walaupun saya memang punya beberapa barang seperti itu, kan bukan saya anti terhadap sesuatu yang mengkilap juga, semuanya kembali kepada kebutuhan. Namun saya bersyukur masih banyak diantara mereka masyarakat bukan golongan tengah bahkan atas yang mengingatkan saya. Ketika saya hendak membeli sesuatu yang murni buatan masyarakat bukan golongan menengah atau bahkan atas, mereka mengajarkan saya bahwa “Ambil seperlunya, tak perlu lebih, namun cukupkan dirimu”. Tidak secara viral mereka menyampaikannya kepada saya, namun saya dapat membaca itu dari kegigihan mereka untuk tetap survive ditengah-tengah rimba yang semakin kesini semakin tidak masuk akal. Ya memang sudah saya coba untuk beberapa waktu saya mencoba dalam sehari untuk bahkan tidak membeli sesuatu dari ritel modern, dalam waktu tertentu saya lebih memilih kios atau warung kelontong yang dibuat sederhana tanpa ada model bisnis modern yang rumit dibelakangnya. Ya yang jelas, itu sih pesannya, tak semua tulisan harus mengandung pesan yang benar-benar ingin disampaikan kepada para pembacanya selain penulisnya sendiri. Sederhananya saya hanya ingin mengingatkan diri saya saja. Dengan segala kesungguhan dan kerendahan hati, terima kasih  😀

Hari ini saya pulang cepat, lalu menyamankan diri dengan air hangat, lalu berbaring di atas tempat tidur, sudah itu saja, esok pagi saya ingin lebih awal bekerja, saya tak ingin ada kerja lebih di hari ini, saya ingin besok-besok tak ingin telat lagi menjemput rejeki, iya kan? terima kasih untuk memberi saya masukan untuk tidak telat lagi masuk kantor, saya akan berusaha keras untuk mewujudkan itu 😀