instagram

Sahabat Pena

Dari mimpi bareng jadi pembalap dan navigator speed offroad, juga mimpi punya gallery sekaligus kafe bareng-bareng, mimpi punya perusahaan yang bergerak di bidang elektronika, mimpi punya bengkel otomotif yang ternama, punya hobi yang hampir semuanya identik, hobi cross country, downhill pake sepedah xc, sama-sama pecinta alam, suka naik gunung bareng, sama-sama motor head, walaupun dia milih jeep aku milih land rover, dia pake klx aku pake vario, dia milih pajero sport aku milih grand fortuner, tapi semuanya satu garis, banyak samanya.

Dia yang selalu mengamini ide-ide, kemauan, dan mimpi-mimpi aneh tidak biasa orang normal pikirkan yang aku cetuskan, dari mulai punya kedai sarapan pagi yang… (Rahasia perusahaan kita), melintasi daratan rimba kalimantan dengan kendaraan 4×4, punya rumah sebelahan daerah Bandung Utara dengan satu backyard bersama yang luas parah, sampai ide yang terakhir aku cetuskan adalah hobi berburu di tengah hutan sekaligus ikut Persatuan Petembak Indonesia. Ide hobi berburu itu aku bilang yang terakhir karena semenjak sepekan yang lalu dia harus hijrah ke daerah Tangerang, ya dia diterima bekerja di salah satu hotel yang ternama di daerah Bandara Internasional Soekarno-Hatta sana. Aku senang dia sudah diterima kerja dan mulai hidup berdiri sendiri di atas hasil kerja kerasnya (semoga semuanya lancar), di sisi lain aku sedih, kehilangan rekanan yang punya banyak kesamaan. Satu tahun kedepan kita tidak akan banyak melakukan aktifitas bersama bahkan untuk sekedar ngopi, ngobrol, dan saling berbagi ide dan pengetahuan. Namun aku bisa apa, ini demi kebaikan kita semua, karena sebuah usaha yang sedang dirintis belum cukup mapan untuk menjaminnya hidup di Bandung tanpa harus keluar kota untuk menyambung hidup. Aku takut sulit mencari teman yang bisa diberi pertanyaan tidak penting seperti “Rubicon atau Defender?” “4L bensin sama 4L diesel borosnya sama?” “Double cabin atau station wagon?” “Giant atau Specialized?” “KX atau CRF?” “Mending down hill atau road race?” “Aing salah teu do balikan deui?” (Eh, ya memang saya juga konsultasi masalah percintaan sama beliau) “Brandon semenuk atau Cam McCaul?” “Red bull atau Monster?” (Red bull lah!!) “Pevita pearce atau Raisa?” (Si eta pasti milih Pevita pearce, aing milih Raisa, cewe bersuara merdu itu kecantikannya 25% lebih tinggi do makanya aku suka sama cewe yang bisa nyanyi haha) “extrim komodo atau extra grip?” “FJ40 pickup diesel atau L300 swap engine truk engkel?” Pertanyaan yang banyaknya tidak penting itu ga bisa ditahan untuk tidak keluar, eh tapi selalu dijawab oleh beliau.

Kau tahu rasanya menguasai dunia? Ya aku rasa aku sudah pernah mencicipi sedikit sensasi menguasai dunia walaupun tidak secara harfiah. Kau akan merasakannya saat memiliki teman yang selalu ada untukmu, kawan yang mengamini impian satu sama lain, sahabat yang selalu ada untuk kau bagi cerita baik suka maupun duka, rekanan yang sama-sama bersemangat berusaha bersama-sama, kerabat yang selalu memberi solusi dalam menentukan pilihan, dan bagi saya bisa jadi mesin penjawab pertanyaan – pertanyaan saya hahaha (di dunia ini apa lagi yang kau cari selain jawaban dari setiap pertanyaan? Hah?!)

Ya memang belum terlalu lama saya dan sahabat saya ini saling kenal, mungkin kita saling kenal kurang lebih baru 8 tahun. Bermula dari satu sekolah menengah pertama, satu sekolah menengah atas, lalu dilanjut dengan latar belakang minat dan bakat yang sama hingga akhirnya kita masih bersahabat hingga sekarang. Semoga kau disana diberi kesehatan, kelancaran, dan kesejahteraan yang luar biasa baik. Doaku selalu menyertaimu Iwan ‘Daddo’ Hendrawan. Secepatnya kita harus sama-sama cukup matang untuk sering beraktifitas di daerah Bandung Utara lagi.

Rasanya baru saja kemarin aku bersepeda minggu pagi bersamamu menuju warung bandrek, ingat kau dengan istilah matador? (Manggih tanjakan dorong), ingat dengan alumnus ITB mengendarai sepeda Cozmic CX lengkap dengan spatbor yang iya merusak tampilan sepeda mahal itu? Apakah kau masih ingat jauhnya palintang ketika dituju dengan mengendarai sepeda bersama? Apakah kau masih ingat saat pertama kali melintasi hutan Sukawana – Jayagiri menggunakan 4×4=16 mu? Dulu kita satu bengkel waktu Road Race juga kan? Percaya atau tidak aku masih ingat suasana puncak gunung tertinggi di Jawa Barat yang sama-sama pernah kita kunjungi, bagaimana payahnya kondisi stamina kamu juga saya masih ingat hahaha. Wah masih banyak banget kalo harus ditulis di sini.

Bukan apa, tapi aku hanya ingin menulis kapsul waktu untuk sama-sama kita baca bersama di masa depan, yang mungkin nanti kita terpisah dan saling sibuk, aku sedang sibuk rapat dengan klien atau sedang sibuk membangun kedai, atau sedang diburu oleh deadline. Atau mungkin kau yang sibuk sedang mengurusi usaha restoran, atau sedang sibuk rapat dengan direksi hotel, atau bahkan kau sedang sibuk liburan di kapal pesiar. Ya kita tidak tahu, yang jelas semoga tulisan ini bisa kita baca nanti pada saat kondisi yang sama-sama baik. Atau dengan membaca tulisan ini bisa sama-sama menjadi bahan senyum-senyum sendiri di sela-sela kepenatan hidup yang akan semakin nyata kita rasakan saat benar-benar menjadi dewasa.

Do si Abah Jayagiri kangen, hayu urang offroad, ieu abi tos gaduh monster ti Inggris, beres offroad urang lanjut downhill.
Diantos enggal di Bandung :’)

Hiji deui lamun urang paeh tiheula, caritakeun ka budak maneh, maneh pernah boga baturan keren jaman ngora, nyaeta urang hahahaha. Hampura plis, tapi ieu serius, omat!

Egi Purwana Sahabatmu.