instagram

Sahabat, celana, hutan Sukawana

Kemarin pake celana yang baru dicuci, saking barunya pas dipake masih ada beberapa bagian yang masih basah. Lalu secara tiba-tiba, mendadak, bahkan tanpa persiapan, bersama salah satu sees terbaik. Hampir tengah malam kami berangkat menuju hutan gelap yang dingin dengan jalan berbatu, berlumpur, terjal, dan digenangi air yang cukup untuk membasahi saku celana orang dewasa dengan tinggi badan 170cm yang berdiri tegak.

 
Terima kasih Sang maha pencipta, kami sangat bersyukur atas apa yang kami bisa nikmati saat ini. Dengan udara yang dingin kami bisa lebih bersyukur atas tembok-tembok rumah kami yang selama ini membuat kami hangat, dengan jalan yang berbatu kami bisa lebih menghargai aspal-aspal yang membentang di jalanan kota, dengan basah dan kotornya lumpur berair kami bisa lebih menghargai pakaian-pakaian kami yang bersih untuk digunakan setiap hari, Dan Dengan gelapnya hutan kami bisa lebih mensyukuri lampu-lampu terang yang tanpa sadar cukup membantu kami dalam melakukan aktifitas melewati malam-malam kami.

Dicatat setelah akhirnya mampu melalui jalanan yang curam, terjal, gelap, dingin, dan berbatu. 

Bandung, 24 Januari 2016