instagram

Dia, kesan yang tak akan pernah aku lupakan

Adalah hari yang tak akan pernah aku lupakan, ketika aku pertama kalinya bertemu dengan dia. Lupa tepatnya kapan, namun itu adalah salah satu hari yang sangat berkesan, yang hanya beberapa kali saja pernah aku rasakan dalam hidup ini.

“Halo, saya Luki Alam”
Sapaku, agak sedikit malu karena kurasakan detak jantung ini memasang tempo yang lebih cepat dari biasanya, gemetar takut karena aku tak mau sampai ada kesalahan dalam menyusun kata-kata yang keluar dari mulut ini, aku ingin semuanya tampak sempurna di awal pertemuanku dengannya yang selalu menarik mataku untuk bolak-balik mencuri-curi pandang pada matanya yang indah, karena sejujurnya aku lebih berani menjatuhkan ujung pandangan ini pada objek-objek yang berada di poros terdekat dari dirinya.

“Hai, saya Sela Lestari”
Dia menjawab sembari melemparkan senyuman yang melebihi keindahan mentari terbit yang disaksikan dari puncak gunung! Tepat menusuk bagian hati yang sedang nganggur, karena sudah lama ditinggal penghuninya.
“Anjing! Ini cewe kok segininya banget?” Gumamku dalam hati.
Seriusan, kalian bayangin, dia pake sendal jepit swallow kanan ijo kiri warna kuning. Memakai celana jins belel yang robeknya dari saku atas sampai bagian atas mata kaki, depan belakang, namun hanya bagian celana sebelah kanan saja, bagian sebelah kirinya cuma sampe lutut. Kaosnya tertulis Gundam dengan hiasan LED terlihat bahwa baju itu dulu pernah dapat menyala-nyala di beberapa titik yang terdapat di gambar robot itu. Tak lupa kacamata hitam yang terlipat kedepan, dan menyisakan lensa bening yang iya lewati saat melihat. Topi beratribut baling-baling yang menyala keras meniupkan angin dari bagian depan lidah topi bertuliskan “Topi ini mirip kipas angin”. Oh Dewa, sekarang aku ingat, itu adalah saat aku bertemu dengan rntah siapa dalam mimpi. “Tolong bangunkan aku dari mimpi yang tidak mengasyikan ini, aku tak ingin sering-sering bertemu dengan nugelo dalam mimpi, trims”.