instagram

Cerita tentang kehilangan

Beberapa orang beranggapan, untuk merasakan esensi rasa memiliki harus terlebih dahulu kehilangan, lalu rasa memilikinya akan tiba-tiba bertambah menjadi super. Namun aku kurang setuju dengan tahapan yang harus dilakukan sesuai dengan pernyataan tadi.
Mungkin ada beberapa orang yang hingga meninggalkan, lalu mencarinya kembali untuk menyegarkan kembali nikmat-nikmat yang tengah dimilikinya. Namun, apakah harus hilang lalu kembali? Apakah harus pergi lalu dicari? Apakah harus?

Kejadian ini aku alami tidak lebih dari setahun kebelakang sampai aku menulis tulisan ini. Dan bukan tentang subjek yang aku ceritakan, melainkan hanya objek, objek tersebut merupakan barang sepele yang bahkan aku sering abaikan, dia yang selalu kuinjak saat bersamanya, walau kadang aku perlakukan istimewa karena dia ini sangat-sangat membuat nyaman untuj aku ajak berjalan-jalan.
Ya memang, aku sayang dia, aku dibuatnya nyaman, namun aku tak terlalu pandai untuk menjaganya apik malah cenderung aku sepelekan. Hingga suatu saat, aku tinggalkan sengaja di sebuah tempat. Bergegas aku pergi tanpa ada rasa berat hati, menyesal atau sebuah rasa yang dalam yang tersirat dalam benak. Tidak aku sadari ketika beberapa hari setelahnya aku merasa ada sesuatu yang hilang, yang biasa menemani, yang biasa membuatku nyaman, yang dengan keapaadaanya membuatku sayang.

Aku lari, aku cari, dia sudah pergi. Berusaha ku temukan, namun dia telah menghilang.
Aku merenung, aku rindu, namun tak lagi kutemu. Aku cemas, aku menyesal, aku kehilangan.
Baru kusadari dia sangat berharga setelah aku sadar iya telah pergi, menghilang menembus batas-batas dimensi, bersama entah siapa.
Menungguku dalam asa, menanyaku dalam gundah, tak juga ku jumpa.
Hingga datang, rasa sadar meyakini bahwa dia telah pergi.
Sendal jepitku hilang.
Kesederhanaan, kesetiaan, kenyamanan, dan rasa-rasa ceria yang iya berikan kepadaku telah hilang. Aku menyesal, dia hilang dan tak pernah kembali.

Hal tersebut yang membuatku yakin, Tak perlu kehilangan, untuk sekedar mengerti artinya memiliki.

Terinspirasi dari tulisan salah seorang teman, guru, sahabat, mentor, kolega, motivator yang hebat @dausgonia.